Kamis, 15 November 2012

OCR

OCR (Optical Character Recognition) memudahkan untuk men-scan dokumen kertas ke komputer sebagai dokumen berbasis teks yang bisa dibuka di perangkat lunak pengolah kata (word processor) atau pengedit teks. Men-scan secara OCR membantu Anda secara cepat untuk merubah menjadi bentuk digital dokumen - tanpa harus mengetiknya secara manual ke dalam dokumen pengolah kata.
Pertimbangkan keuntungannya:
OCR menghemat tempat. Sekarang arsip Anda yang berukuran besar bisa lebih sedikit. Setiap dokumen kertas bisa digantikan dengan dokumen digital yang mudah untuk disimpan.
OCR menghemat waktu. tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengetik ulang dokumen yang panjang. Lagipula, waktu ingin mengarsipkan dan mengambil bahan, yang perlu Anda lakukan hanya menyiapkan dan menjaga konvensi pengarsipan dan penamaan secara konsisten.
OCR menghilangkan rasa khawatir. Anda dapat membuat dan menyimpan cadangan dari dokumen penting secara digital. Hal ini meyakinkan bahwa walaupun lokasi kantor Anda berada di jalur angin puyuh, banjir, atau di negara bagian yang sering terjadi kebakaran, file penting Anda tidak akan hilang ketika terjadi bencana alam.
Belakangan ini, kemajuan dalam perangkat lunak OCR telah membuat pen-scan-an sebuah bagian penting dari semua bagian kerja yang efisien. Pertimbangkan keuntungannya:
Cara pengaturan yang benar
Perangkat lunak OCR khusus dapat merubah teks yang dicetak ke teks dalam format digital menjadi nyata. Banyak scanner yang digabungkan dengan perangkat lunak OCR, atau Anda dapat membeli paket dari pihak ketiga seperti ReadlRIS. Berikut adalah beberapa tip untuk memanfaatkan perangkat lunak OCR Anda secara maksimum. Mari kita mulai dengan pengaturan yang ideal settings ideal untuk pen-scan-an OCR.
Format File.TIFF, BMP, atau JPEG adalah pilihan terbaik untuk format. TIFF menawarkan sedikit kompresi, tetapi file-file ini ukurannya dapat diubah secara efisien jika pengaturan resolusi dan warna yang tepat digunakan. Cara lainnya, jika sumber alatnya terbatas, gunakan BMP atau JPEG.
Resolusi.Memilih resolusi yang lebih rendah seperti 150 dpi menghemat waktu dan menmbuat file lebih mudah untuk digunakan.
Warna.Saat men-scan dokumen pada umumnya tidak membutuhkan warna. Scan-lah dalam 256 shades of grey (8 bit) atau hitam dan putih.

Kualitas.Mulailah selalu dengan dokumen asli berkualitas tinggi. Sobekan, kerutan, dan kotoran dapat membingungkan perangkat lunak OCR dan dapat mengakibatkan kesalahan pada hasil akhirnya. Bersihkan kotoran di dokumen asli dengan sedikit cairan pengoreksi (correction fluid), atau fotokopi dulu untuk meningkatkan tingkat kekontrasan dokumen asli itu.
Kesederhanaan.Perangkat lunak OCR pada umumnya lebih menyukai teks bersih yang jumlahnya banyak karena ia tidak perlu mempertimbangkan layout, dan tidak ada kolom atau garis yang perlu diperhatikan.
Parameter.Men-scan teks dari sebuah halaman dengan banyak kolom juga menjadi mudah. Program perangkat lunak OCR pada umumnya memudahkan Anda untuk menentukan bagian tertentu dari halaman teks untuk di-scan. Jika Anda menentukan setiap kolom sebagai bagian teks yang berbeda, proses OCR akan mulai dengan kolom pertama, lalu pindah ke kolom kedua, dan seterusnya.
Cek Keamanan. Beberapa jenis teks tertentu dapat menimbulkan masalah bagi perangkat lunak OCR Anda. Teks yang digarisbawahi, ditebalkan, dan dimiringkan dapat membuatnya tidak bisa dibaca oleh scanner. Teks yang digabung atau kerned text (Ketika spasi antar huruf telah disesuaikan agar bisa pas secara efisien) dapat juga menimbulkan kesulitan untuk program OCR. Hal ini membuat pengecekan (proofreading) menjadi penting. Pengecekan ejaan saja tidak akan mengetahui semua kesalahan.
Cek Keamanan Lainnya.Anda dapat menghemat waktu dan masalah dengan menandai huruf yang tidak bisa diproses oleh perangkat lunak Anda. Hal ini sangat membantu ketika pengecekan (proofreading) dilakukan.
Trial and Error.Bila Anda ingin men-scan sebuah dokumen yang besar atau panjang, coba men-scan halaman pertama dan kemudian teruskan hingga ke teks paling akhir. Hal ini akan memberikan Anda banyak kesempatan untuk menemukan dan membetulkan kesalahan atau kekurangan yang ada.
Perlengkapan.Lebih cepat prosesor dan scanner Anda, lebih sedikit juga waktu menunggu Anda. Anda membutuhkan RAM paling sedikit sebesar 32MB (walaupun 64MB lebih baik) untuk fungsi dasar seperti membedakan gambar dari teks, mengidentifikasikan huruf, dan menerjemahkan layout dokumen ke dalam bentuk elektronis. Selain itu, jika Anda ingin men-scan beberapa halaman secara langsung, sebuah automatic document feeder (ADF) mungkin bisa menjadi sebuah investasi yang baik.
Kemampuan yang dimiliki program khusus untuk membaca dan mengubah materi teks pada file objek gambar menjadi file teks biasa.
Kemampuan yang dimiliki program khusus untuk membaca dan mengubah materi teks pada file objek gambar menjadi file teks biasa. Jika sebuah dokumen di-scan, maka output yang diperoleh di komputer adalah file gambar. Program OCR berfungsi membantu Anda mengubah secara otomatis materi teks di dalam gambar hasil scan agar menjadi file teks yang bisa diolah. Tujuannya agar sumber teks dapat diambil tanpa harus menulis ulang secara manual. Tingkat ketelitian dan keakuratan hasil pembacaan program OCR sangat beragam dan tergantung juga pada sumber dokumen. Jika teks pada gambar terlalu kecil, buram, atau tidak bersih, maka kesalahan pembacaan mungkin saja terjadi. Meskipun demikian, pengeditan hasil OCR dianggap tetap lebih efisien dibandingkan jika menulis ulang sejumlah dokumen atau lembar kiriman fax secara manual. Contoh software OCR adalah ReadIris dan OmniPage.
OCR yang Sangat AkuratSalah satu parameternya adalah soal kecepatan. Saat bekerjasama dengan komputer uji kami (prosesor AMD AthlonXP 2200+, memori DDR PC2100 256MB), waktu yang ditorehkan termasuk cepat. Contohnya saat menscan foto ukuran 3R pada resolusi 300dpi, waktu yang dibutuhkan cuma 17 detik. Angka ini memang belum mengalahkan HP ScanJet 4500 sebagai yang tercepat (10 detik), tetapi masih lebih cepat dibandingkan sebagian besar scanner yang berbasis USB 2.0 sekalipun.Kualitas yang diperagakan juga terbilang bagus. Scanner ini mampu menangkap detail gambar dengan tajam, disertai akurasi warna yang cukup akurat. Warnanya terlihat agak kekuningan dari seharusnya, tetapi tidak sampai merusak komposisi warna secara keseluruhan. Yang juga layak digarisbawahi, ketajaman gambar ini tetap dipertahankan pada resolusi tertinggi 600dpi.Akan tetapi yang paling kami suka dari scanner ini adalah kemampuan OCR-nya. OCR (Optical Character Recognition) adalah sebuah fungsi yang mentransformasikan hasil scan menjadi teks yang bisa disunting. Contoh, saat Anda menscan selembar koran, hasilnya dapat ditransfer menjadi teks biasa yang dapat disunting di Word.Untuk menjalankan fungsi OCR, sebuah scanner membutuhkan bantuan software. Umax 3600 sendiri menggunakan software ABBYY Fine Reader versi 5. Program ini memang terkenal karena kualitasnya, dan dikombinasikan dengan ketajaman scan Astra 3600, hasilnya menjadi sangat memuaskan. Saat kami uji menggunakan lembaran teks hasil print, hasilnya sempurna tanpa ada kesalahan baca sedikit pun. Saat kami naikkan tingkat kesulitannya dengan menscan lembaran hasil fax yang sudah buram, Astra 3600 dan Fine Reader berhasil mempertahankan akurasinya sampai 95%.Namun sebagai scanner yang membidik kalangan rumahan, ada beberapa hal yang seharusnya dapat ditingkatkan. Instalasi dan penggunaannya sebenarnya mudah, tetapi fasilitas untuk membantu penggunaannya agak terbatas. Contoh, tidak adanya fasilitas multiframe yang dapat menscan beberapa obyek sekaligus. Selain itu, fungsi auto crop-nya (yang akan secara otomatis menentukan area yang akan discan) kurang akurat. Alhasil, setiap gambar hasil scan menyisakan area putih di sekelilingnya yang harus dicrop ulang.
***
Menilik performa Umax Astra 3600 secara keseluruhan, yang paling layak mendapat kredit terbaik adalah kemampuan OCR-nya. Apapun medianya, apakah itu hasil print fax atau koran sekalipun, mampu diolah dengan akurasi yang mendekati sempurna. Jadi bagi Anda yang malas mengetik ulang surat atau suatu artikel, scanner ini adalah kabar baik bagi Anda. Kabar lebih baik lagi, kemampuan tersebut dikombinasikan dengan harga yang tidak membuat kantong jebol. (Majalah InfoKomputer edisi Oktober 2003)

Perangkat OCR, Optical Character Recognition, memerlukan alat scan. Teks di suatu halaman di-scan kedalam komputer. Gambar yang di-scan dalam hal ini adalah gambar 'grafik'. Perangkat OCR mengecek gambar dalam kamus yang sudah terpasang untuk menemukan kesesuaian yang terdekat dengan bentuk karakter atau huruf. Dengan kecepatan tinggi, perangkat ini akan memerintahkan kode komputer yang sesuai dan meneruskannya sampai selesai. OCR tersedia dalam banyak bahasa dan bahkan tersedia dalam bentuk alat genggam yang terpasang di atau terpisah dari komputer.

Metoda pembacaan data oleh scanner optik dan menterjemahkan data tersebut ke dalam bentuk data biner yang dapat dibaca oleh komputer.

Selasa, 13 November 2012

Jenis - Jenis Scanner



Jenis-jenis Scanner
Berdasar manfaat dan cara penggunaannya, scanner dapat dibagi menjadi beberapa jenis :
  1. Flat bed
    Jenis ini adalah jenis yang paling banyak dijumpai, karena harganya relatif paling murah, cocok untuk penggunaan pribadi. Jenis ini dapat dicirikan dari bentuknya yang persegi panjang. Memiliki sebuah papan penutup, dan lapisan kaca tempat meletakkan gambar. Untuk menggunakannya anda harus meletakkan gambar satu persatu untuk setiap pengambilan gambar.

  2. utomatic Document Feeder
    Jenis ini memiliki kelebihan kemudahan dalam penggunaan. Anda dapat meletakkan gambar-gambar yang akan dibaca, selanjutnya alat ini secara otomatis akan mengambil sendiri gambar-gambar tersebut dan membacanya, untuk selanjutnya disimpan sebagai file dijital. Harganya sudah tentu lebih mahal dibanding jenis flat bed. Jenis ini memang cocok untuk perkantoran yang memiliki banyak gambar yang akan di-scan.

  3. andheld
    Jenis ini membutuhkan keterampilan yang lebih dari penggunanya. Pengguna dengan tangannya akan menggerakan scanner ini di atas gambar yang akan dibacanya. Karena proses pembacaan data oleh scanner sangat sensitif, maka gambar yang dihasilkan kualitasnya kurang baik, akibat kecepatan gerakan yang tidak rata. Umumnya scanner jenis ini bersifat monochrome, atau tepatnya hanya dapat menghasilkan warna hitam putih saja.

  4. Drum
    Jenis ini adalah jenis-jenis yang awal dikembangkan . Jenis ini menggunakan photomultiplier tubes (PMT) untuk membaca data gambar. Jenis ini menghasilkan kualitas yang lebih baik di banding jenis lainnya. Namun karena harganya relatif mahal, maka jenis ini sudah tidak banyak digunakan. Banyak orang beralih menggunakan jenis flatbed berkualitas tinggi. Tetapi jenis ini masih tetap digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan kualitas yang baik, seperti museum atau seniman yang akan menyimpan hasil kerja seninya.
Atribut Scanner
Dalam menggunakan scanner perlu diperhatikan beberapa sebuah scanner, atribut-atribut yang dimaksud adalah :
  1. Jenis Pewarnaan Jika anda sedang men-scan lembar tulisan, ada baiknya anda mengatur warna hitam putih saja, tetapi jika anda ingin men-scan sebuah foto berwsarna atau sebuah lukisan, maka gunakanlah jenis pewarnaan true color yang membutuhkan resolusi tinggi.
     
  2. Resolusi Resolusi menentukan seberapa detil sebuah gambar dapat diambil. Jika gambar tersusun atas titik-titik, maka resolusi gambar menentukan seberapa banyak titik penyusun gambar per wilayah. Dalam konsep gambar dijital, wilayah gambar tersusun atas satuan yag disebut pixel(picture element). Titik-titik tersebut adalah data yang dibaca oleh CCD. Semakin banyak CCD yang digunakan berarti resolusi yang dihasilkan dapat semakin tinggi. Namun perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis resolusi, pertama adalah resolusi optis, yaitu resolusi yang dihasilkan CCD. Kedua adalah resolusi interpolasi, yaitu resolusi yang dihasilkan dari interpolasi perangkat lunak. Semakin besar resolusi sebuah gambar, maka pada saat dicetak gambarnya akan semakin besar.

Komponen-komponen Scanner
Komponen-komponen yang dimaksud adalah komponen-komponen pada scanner flatbed. Komponen tersebut adalah :
  1. Alas kaca
    Alas kaca digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
  2. Sumber Cahaya
    Sumber cahaya berupa lampu dengan intensitas cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
  3. Sensor sinal pantulan
    Jenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah sensor CCD(charge-coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa scanner.
  4. Motor Stepper dan pita  bergerigi
    Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
  5. Penutup
    Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.
Selain komponen-komponen tersebut tentu masih ada banyak komponen lain, tetapi fungsi dan bentuknya dapat berbeda antara jenis scanner satu dan lainnnya.

Cara Kerja Scanner
  1. Gambar yang akan dipindai diletakan di atas permukaan kaca pemindai
  2. Sebelum gambar dipindai, komputer akan menentukan seberapa jauh motor stepper yang membawa lampu akan maju, jaraknya ditentukan oleh panjang gambar dan posisi gambar di kaca pemindai.
  3. Lampu mulai menyala dan motor stepper akan mulai berputar untuk menggerakkan lampu hingga posisi akhir gambar.
  4. Cahaya yang dipancarkan lampu ke gambar akan segera dipantulkan,kemudian pantulan yang dihasilkan akan dibaca oleh sejumlah cermin menuju lensa scanner.
  5. Cahaya pantulan tersebut akhirnya akan sampai ke sensor CCD
  6. Sensor CCD akan mengukur intensitas cahaya dn panjang gelombang yang dipantulkan dan merubahnya menjadi tegangan listrik analog.
  7. Tegangan analog tersebut akan diubah menjadi nilai dijital oleh alat pengubah ADC(analog to Digital)
  8. Sinyal dijital dari sensor CCD akan dikirim ke papan lojik dan dikirimkan kembali ke computer dalam bentuk data dijital yang menunjukan warna pada titik-titik gambar yang dipantulkan.

Fitur-fitur tambahan dan fitur kombinasi
  1. OCR(Optical character Recognirion)Dalam bidang perangat lunak penganalisa bahasa, scanner adalah tahapan awalnya. Data teks yang dapat diambil oleh scanner dapat dianalisa untuk disimpan sebagai sebuah file teks. Selanjutnya data teks tersebut dapat diubah sesuai dengan penggunaanya.
    Jika anda ingin mengutip sebuah tulisan dari buku, dan mengatur tampilannya dengan baik, maka anda dapat memanfaatkan fasilitas ini.
  2. Mesin fotocopy.
    Sebuah computer yang dilengkapi dengan scanner dan printer dapat berfungsi sebagai mesin foto kopi. Bahkan beberapa scanner telah dilengkapi dengan tombol khusus fotocopy, sehingga anda dengan mudah memanfaatkannnya.

Mesin pengirim Faksimili.
Sebuah komputer yang dilengkapi dengan scanner, saluran telepon dan perangkat lunak faksimili, dapat benar-benar berfungsi sebagai mesin pengirim faksimili. Jika dilengkapi dengan printer, maka dapat difungsikan sebagai mesin penerima faksimili. Beberapa scanner bahkan telah menyediakan tombol khusus sehingga anda tidak perlu memanggil program pengirim faksimili dan menggunakan sejumlah tombol keyboard untuk mengaktifkan fasilitas ini.

Macam-Macam Alat Musik



Text Box: M
A
K
A
L
A
H
SENI MUSIK
SMK Negeri 1 Tarakan Tahun ajaran 2012-2013
Nama : Nailul Khamidatus S
Kelas : XI- AKUNTANSI 1




1. Seruling (Suling)
Description: NewImage 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Suling  adalah  alat  musik  dari  keluarga  alat musik  tiup  kayu atau bambu.  Suara  suling  berciri  lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik.Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak dan emas atau campuran keduanya. Sedangkan suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau logam yang dilapisi perak.
Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Akan tetapi, pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C. Ini berarti suling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. Piccolo adalah suling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar. Piccolo juga umumnya digunakan dalam orkes.
Suling konser modern memiliki banyak pilihan. Thumb key B-flat (diciptakan dan dirintis oleh Briccialdi) standar. B foot joint, akan tetapi, adalah pilihan ekstra untuk model menengah ke atas dan profesional. Suling open-holed, juga biasa disebut French Flute (di mana beberapa kunci memiliki lubang di tengahnya sehingga pemain harus menutupnya dengan jarinya) umum pada pemain tingkat konser. Namun beberapa pemain suling (terutama para pelajar, dan bahkan beberapa para ahli) memilih closed-hole plateau key. Para pelajar umumnya menggunakan penutup sementara untuk menutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan jari yang sangat tepat.
Beberapa orang mempercayai bahwa kunci open-hole mampu menghasilkan suara yang lebih keras dan lebih jelas pada nada-nada rendah. Suling konser disebut juga suling Boehm, atau suling saja.
2. Rebab
Description:  19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Adalah alat musik yang menggunakan penggesek dan mempunyai tiga atau dua utas tali dari dawai logam (tembaga) ini badannya menggunakan kayu nangka dan berongga di bagian dalam ditutup dengan kulit lembu yang dikeringkan sebagai pengeras suara. Alat ini juga digunakan sebagai pengiring gamelan, sebagai pelengkap untuk mengiringi sinden bernyanyi bersama-sama dengan kecapi. Dalam gamelan Jawa, fungsi rebab tidak hanya sebagai pelengkap untuk mengiringi nyanyian sindhen tetapi lebih berfungsi untuk menuntun arah lagu sindhen.
Sebagai salah satu dari instrumen pemuka, rebab diakui sebagai pemimpin lagu dalam ansambel, terutama dalam gaya tabuhan lirih. Pada kebanyakan gendhing-gendhing, rebab memainkan lagu pembuka gendhing, menentukan gendhing, laras, dan pathet yang akan dimainkan. Wilayah nada rebab mencakup luas wilayah gendhing apa saja. Maka alur lagu rebab memberi petunjuk yang jelas jalan alur lagu gendhing. Pada kebanyakan gendhing, rebab juga memberi tuntunan musikal kepada ansambel untuk beralih dari seksi yang satu ke yang lain.
3. Siter
Description: siter 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Mempunyai getaran khas. Jernih dan ringan. Agak berbeda dengan suara yang dihasilkan alat musik yang kebanyakan kita kenal.
Maklum, alat musik tradisional ini sudah jarang dimainkan. Namanya siter, sebuah alat musik yang mempunyai komponen menyerupai gitar. Detailnya, alat musik ini berbentuk persegi panjang berukuran 20×50 cm. Terdiri dari badan siter yang terbuat dari kayu jati dan 24 senar di masing-masing sisi. Beda dengan gitar yang hanya mempunyai satu sisi, siter punya dua. Satu sisi disebut pelog dan yang lain slendro. Alat ini biasanya digunakan untuk mengiringi gamelan.Dari seluruh proses pembuatan, saat tersulit waktu menyetem senar. Pada penyeteman ini benar-benar membutuhkan rasa dari hati.
Tetapi sayangnya dengan kemajuan zaman alat ini sudah tidak lagi diminati oleh anak-anak muda zaman sekarang. Sungguh-sungguh memprihatinkan
4. Kolintang
Description: Kolintang 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: “Mari kita ber Tong Ting Tang” dengan ungkapan “Maimo Kumolintang” dan dari kebiasaan itulah muncul nama “KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain.
Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya.
Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.
5. Genggong
Description: genggong 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Alat musik ini termasuk dalam jenis alat musik tiup yang terbuat dari pelepah daun enau. Secara etimologis kata genggong bersasal dari kata geng (suara tinggi) disebut genggong lanang dan gong (suara rendah) disebut wadon, sehingga musik genggong selalu dimainkan secara berpasangan. Musik genggong secara orkestra dapat dimainkan dengan alat musik yang lain seperti petuq, seruling, rincik dan lain-lain.
6. Saluang
Description: saluang 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang (Schizostachyum brachycladum Kurz). Orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai. Alat ini termasuk dari golongan alat musik suling, tapi lebih sederhana pembuatannya, cukup dengan melubangi talang dengan empat lubang. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm, dengan diameter 3-4 cm. Adapun kegunaan lain dari talang adalah wadah untuk membuat lemang, salah satu makanan tradisional Minangkabau.
Pemain saluang legendaris bernama Idris Sutan Sati dengan penyanyinya Syamsimar.
Keutamaan para pemain saluang ini adalah dapat memainkan saluang dengan meniup dan menarik nafas bersamaan, sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus. Cara pernafasan ini dikembangkan dengan latihan yang terus menerus. Teknik ini dinamakan juga sebagai teknik manyisiahkan angok (menyisihkan nafas).
Tiap nagari di Minangkabau mengembangkan cara meniup saluang, sehingga masing-masing nagari memiliki style tersendiri. Contoh dari style itu adalah Singgalang, Pariaman, Solok Salayo, Koto Tuo, Suayan dan Pauah. Style Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan oleh pemula, dan biasanya nada Singgalang ini dimainkan pada awal lagu. Style yang paling sedih bunyinya adalah Ratok Solok dari daerah Solok.
Dahulu, khabarnya pemain saluang ini memiliki mantera tersendiri yang berguna untuk menghipnotis penontonnya. Mantera itu dinamakan Pitunang Nabi Daud. Isi dari mantera itu kira-kira : Aku malapehkan pitunang Nabi Daud, buruang tabang tatagun-tagun, aia mailia tahanti-hanti, takajuik bidodari di dalam sarugo mandanga buni saluang ambo, kununlah anak sidang manusia……dst.
7. Talempong
Description: Talempong 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Talempong adalah sebuah alat musik khas Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan gamelan dari Jawa. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu, saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong ini berbentuk bundar pada bagian bawahnya berlobang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat tangga nada (berbeda-beda). Bunyi dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.
Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tari piring yang khas, tari pasambahan, tari gelombang,dll. Talempong juga digunakan untuk menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga pranada DO dan diakhiri dengan SI. Talempong diiringi oleh akor yang cara memainkanya sama dengan memainkan piano.
8. Celempong
Description: Celempong 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Celempong adalah alat kesenian tradisional yang terdapat di daerah Kabupaten Tamiang. Alat ini terdiri dari beberapa potongan kayu dan cara memainkannya disusun diantara kedua kaki pemainnya.
Celempong dimainkan oleh kaum wanita terutama gadis-gadis, tapi sekarang hanya orang tua (wanita) saja yang dapat memainkannnya dengan sempurna. Celempong juga digunakan sebagai iringan tari Inai. Diperkirakan Celempong ini telah berusia lebih dari 100 tahun berada di daerah Tamiang.
Keanekaragaman alat musik tradisional yang terdapat di Aceh merupakan salah satu identitas dari masyarakat Aceh. Oleh karena itu menjadi tugas masyarakat Aceh untuk tetap dijaga, dipelihara kelestariannya. sehingga tidak menjadi punah.
Hal ini tentunya juga peran dari pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk mendukung dan bersama-sama memperkenalkan kepada generasi muda betapa tingginya nilai-nilai budaya bangsa yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. Serta juga sebagai salah satu daya tarik wisata bagi wisatawanNusantara dan manca Negara untuk dapat lebih mengenal adat dan seni budaya daerah Aceh.
9. Canang
Description: canang 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Perkataan Canang dapat diartikan dalam beberapa pengertian. Dari beberapa alat kesenian tradisional Aceh, Canang secara sepintas lalu ditafsirkan sebagai alat musik yang dipukul, terbuat dari kuningan menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik Canang dan memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda.
Fungsi Canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional serta Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.
10. Rapai
Description: rapai 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Rapai merupakan sejenis alat instrumen musik tradisional Aceh, sama halnya dengan gendang. Rapai dibuat dari kayu yang keras (biasanya dari batang nangka) yang setelah dibulatkan lalu diberi lobang di tengahnya. Kayu yang telah diberi lobang ini disebut baloh. Baloh ini lebih besar bagian atas dari pada bagian bawah. Bagian atas ditutup dengan kulit kambing sedangkan bawahnya dibiarkan terbuka. Penjepit kulit atau pengatur tegangan kulit dibuat dari rotan yang dibalut dengan kulit. (Penjepit ini dalam bahasa Aceh disebut sidak).
Rapai digunakan sebagai alat musik pukul pada upacara-upacara terutama yang berhubungan dengan keagamaan, perkawinan, kelahiran dan permainan tradisional yaitu debus. Memainkan rapai dengan cara memukulnya dengan tangan dan biasanya dimainkan oleh kelompok (group). Pemimpin permainan rapai disebut syeh atau kalipah.
11. Kacapi
Description: kacapi 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Kacapi merupakan alat musik petik yang berasal dari Jawa Barat, biasa digunakan sebagai pengiring suling sunda atau dalam musik lengkap, sampai saat ini masih terus dilestarikan dan dijadikan kekayaan seni Sunda yang sangat bernilai bagi masyarakat asli Jawa Barat.
Membutuhkan latihan khusus untuk dapat memainkan alat musik ini dengan penuh penghayatan, tak jarang latihan dilakukan di alam terbuka agar dapat menyatukan rasa dan jiwa sang pemetik Kacapi, lebih dari itu semua suara yang dihasilkan dari alat musik ini akan menenangkan jiwa para pendengarnya, dan mampu membawa suasana alam Pasundan di tengah-tengah pendengar yang mulai terhanyut dengan buaian nada-nada yang indah dari Kacapi.
12. Calung
Description: Calung Pentas 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat dan menjadi ciri khas budaya Sunda yang selama ini ada dan bertahan di sana, sering kali orang menganggap sama antara Calung dengan Angklung, pada dasarnya alat musik ini sama-sama terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan nada-nada harmonis, bedanya adalah pada cara memainkannya, kalau Angklung dimainkan dengan cara digetarkan atau digoyang-goyangkan, sedangkan Calung dimainkan dengan cara
dipukul, Calung terbuat dari bambu hitam yang memang khusus digunakan untuk membuat calung, karena suara yang dihasilkan akan lebih baik bila menggunakan jenis bambu ini.
Calung terdiri dari :
1. Calung Gambang
Yang disebut Calung Gambang adalah sebuah calung yang dideretkan diikat dengan tali tanpa menggunakan ancak/standar. Cara memainkannya sebagai berikut: kedua ujung tali diikatkan pada sebuah pohon/tiang sedangkan kedua tali pangkalnya diikatkan pada pinggang si penabuh. Motif pukulan mirip memukul gambang.
2. Calung Gamelan
Calung Gamelan adalah jenis calung yang telah tergabung membentuk ansamble. Sebutan lain dari calung ini adalah Salentrong (di Sumedang), alatnya terdiri dari:
1. Dua perangkat calung gambang masing-masing 16 batang
2. Jengglong calung terdiri dari 6 batang
3. Sebuah gong bamboo yang biasa disebut gong bumbung
4. Calung Ketuk dan Calung Kenong terdiri dari 6 batang
5. Kendang
Lagu-lagunya antara lain Cindung Cina (Cik indung menta Caina), Kembang Lepang, Ilo ilo Gondang.
3. Calung Jingjing
Calung Jingjing adalah bentuk calung yang ditampilkan dengan dijingjing/dibawa dengan tangan yang satu sedang tangan yang lainnya memegang pemukul. Sangat digemari dibandingkan dengan bentuk calung-calung lainnya, alatnya terdiri dari:
1. Calung Melodi mempunyai sepuluh nada s.d. 12 nada
2. Calung pengiring/akompanyemen terdiri dari 10 nada
3. Calung Jengglong terdiri dari 5 nada
4. Calung besar sebanyak dua batang/nada berfungsi sebagai kempul dan gong
13. Dol
Description: DOL 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Alunan suara bersaut-sautan ini dari alat musik disebut Dol. Di Provinsi Bengkulu, Sumatera, alat musik Dol bukan hal yang baru. Iramanya kerap terdengar hampir disetiap sudut kota terutama sore hari.
Dol pertama kali dibawa oleh pedagang dari India. Bentuknya hampir mirip gendang terbuat dari kulit sapi. Ukurannya bervareasi. Diameter Dol terbesar sekitar 70 centimeter dengan tinggi 80 centimeter.
Alat musik tradisional Bengkulu ini terbuat dari bongol buah kelapa atau pohon nangka. Masyarakat Bengkulu sangat akrab dengan alat musik Dol. Mereka biasanya bermain Dol secara berkelompok di rumah-rumah atau sanggar kesenian. Peminatnya tak terbatas pada orang dewasa atau remaja
14. Sasando
Description:  19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Bali miliki gamelan, Jawa Barat ada angklung,dan Sulawesi punya musik bambu. Kalau NTT tentu sasando. Alat musik petik yang berasal dari Pulau Rote ini, bisa dijadikan cendera mata unik sepulang melancong dari Negeri Matahari Terbit.
Bentuk sasando mirip dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola, dan kecapi. Bagian utamanya berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Bagian tengah ada tabung yang berdawai. Tabungnya diletakkan di dalam wadah
berbentuk seperti penampung tuak berlekuk- lekuk yang disebut ‘haik’, yang terbuat dari anyaman daun lontar.
Ada dua jenis sasando yakni sasando gong, dan sasando biola. Keduanya biasa
digunakan untuk memainkan sejumlah lagu daerah antara lain lagu yang mengiringi sejumlah wanita menarikan Tarian Taebenu. Di Rote, tarian tersebut dimainkan saat menerima tamu. Selain itu Tarian Foti yang ditarikan para pria. Dulu tarian ini dipersembahkan untuk menyambut prajurit sepulang dari medan perang. Kini Tarian Foti juga dimainkan saat menerima tamu.
Sasando dimainkan dengan cara petik pada dawai yang terbuat dari kawat halus dengan dua tangan dari arah berlawanan, kiri ke kanan dan kanan ke kiri. Tangan kiri memainkan melodi dan bas, sementara tangan kanan memainkan accord. Jadi seorang pemetik dapat memainkan sekaligus melodi, bas, dan accord. Susunan notasinya tak beraturan dan tidak kelihatan karena terbungkus. Namun saat dimainkan bisa menjadi harmoni yang merdu sesuai kelihaian pemetiknya.
15. Tambua
Description: Tambua 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Tambua” merupakan alat musik gendang tradisional dari Negeri yang bernama ” Minang Kabau”. Alat ini di tabuh oleh enam (6) orang penabuh dengan pakaian adat Minangkabau. Selain itu “Tambua” biasanya juga di iringi ole alat musik lain seperti “Tassa” dan “Talempong”. Dengan alat ini maka bunyi “Tambua” akan semakin ramai.
Alat musik ini biasanya di gunakan untuk membuat ramai sebuah “Alek” atau acara pesta. Dengan Tambua ini maka acara alek akan semakin meriah.
Kesenian Tambua ini memang dengan alat yang sederhana dan dimainkan sekelompok orang secara bersama. Mereka berupaya menghidangkan seni bunyi yang indah dan penuh nuansa perjuangan.
Peralatan dari kesenian ini ialah tambua atau tambur yang terbuat dari tabung kayu berukuran besar. Tingginya sekitar 75 sentimeter dengan garis tengah 50 sentimeter.
Untuk ketebalan kayu dapat divariasi agar tercipta bunyi-bunyian yang berbeda. Namun, biasanya berukuran 1,5 sentimeter sehingga terdengar bunyi nyaring dari kapsul kayu itu. Tabung itu ditutup dengan kulit kambing yang dikencangkan lilitan tali. “Tak ubahnya seperti beduk di Masjid, tapi ukurannya lebih kecil.
Ada satu lagi alat yang digunakan, yaitu tansa, berupa bejana berbentuk kuali. Bisa berbahan aluminium atau seng yang permukaannya ditutup kulit tipis. Alat ini digunakan sebagai pemandu pukulan pemegang tamburnya. Juga sebagai komando dalam pergantian lagu, mulai dan selesai. “Kalau didengar, perpaduan dua alat musik itu tercipta paduan bunyi yang
indah,” katanya.
16. Serunai
Description:  19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Serunai Alat Musik Tradisional MinangSerunai  atau  puput  serunai, lebih dikenal sebagai alat musik tiup tradisional Minang. Ia dikenal merata di seluruh Sumatera Barat, baik di darat maupun pesisir.
Yang disebut darat terutama luhak nan tigo (Agam, Tanah Datar dan Limo Puluah Koto), sedangkan pesisir, daerah Sumatera Barat sepanjang pantai Lautan Hindia.Puput serunai biasanya dibunyikan pada acara-acara keramaian adat, seperti perkawinan, perhelatan penghulu (batagak pangulu) dan lain-lain. Atau ditiup secara santai oleh perporangan, pada saat memanen padi atau diladang.
Boleh jadi ia dimainkan secara solo atau sendirian, dan bisa pula secara koor, atau digabung dengan alat musik tradisional lainnya, seperti talempong, gendang dan sebagainya.Alat yang digunakan untuk puput serunai terdiri dari batang padi, sejenis kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa.Rinciannya begini. Untuk bagian penata bunyi, bahannya terbuat biasanya dari kayu capo ringkik atau dari bambu talang. Ukurannya, sebesar ibu jari tangan.
Capo ringkik itu adalah sejenis perdu, kayunya keras tetapi bagian dalam lunak, sehingga mudah dilubangi.Panjangnya  sekitar  20  cm,  diberi  4  lubang  berjarak  2,5  cm,  yang  berfungsi mengatur irama. Nadanya hanya do-re-mi-fa-sol atau disebut nada pentatonis. Ini nada yang lazim pada alat musik tradisional Minang.Sedangklan puput atau bagian yang ditiup bisa terbuat dari kayu atau talang  (sejenis bambu) ataupun dari batang padi tua.Lalu ada penyambung. Berpungsi sebagai pangkal puput. Panjangnya sekitar 5 cm, yang terbuat dari kayu keras. Penyambung ini dilubangi untuk saluran nafas, yang bersambungan dengan poros badan dan poros corong. Di bagian belakang penyambung ini berbentuk corong pula, dengan garis tengah 2 cm.Kemudian bagian corong. Ini adalah bagian serunai yang dibentuk membasar.Fungsinya untuk memperkeras atau memperbesar volume suara. Bagian ini biasanya terbuat dari kayu (terutama kayu gabus), atau dari tanduk kerbau yang secara alamiah telah berbentuk lancip, ataupun dari daun kelapa yang dililitkan. Panjangnya sekitar
10 sampai 12 cm, dengan garis tengah 6 cm di bagian yang mengembang.Dalam pembuatannya terdapat spesifikasi yang bervarisi di tiap daerah. Malah, pengaturan nada ada pula dengan cara menutup dan membuka permukaan corong. Dalam hal serunai dimainkan bersama instrumen lainnya seperti talempong, gendang dan gong maka panduan bunyinya sungguh merupakan irama klasik Minang yang amat menyentuh kalbu.
17. Sampek
Description:  19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Sampek adalah alat musik tradisional Suku Dayak, terbuat dari berbagai jenis kayu ( kayu arrow, kayu kapur, kayu ulin). Dibuat secara tradisional. Proses pembuatan bisa memakan waktu berminggu minggu. Dibuat dengan 3 senar, 4 senar dan 6 senar. Biasanya sampek akan diukir sesuai dengan keinginan pembuatnya, dan setiap ukiran memiliki arti.
Mendengarkan bunyi sampek yang mendayu dayu, seolah memiliki roh/kekuatan. Di Pampang banyak warga yang amat mahir memainkan sampek. Bunyi sampek biasa digunakan untuk mengiringi sebuah tarian, atau memberikan semangat bagi para pasukan perang. ( by frans aso )
18. Tanjidor
Description: Tanjidor 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Tanjidor adalah salah satu musik tradisional Betawi yang sekarang sudah mulai jarang ditemukan. Tanjidor adalah salah satu jenis musik yang banyak mendapat pengaruh dari musik Eropa. Kata “tanjidor” adalh kata dalam bahasa Portugis tangedor, yang artinya “alat – alat musik berdawai”. Dalam kenyataanya, arti kata tanjidor tidak sesuai dengan alat – alat musik yang dimainkan, dalam tanjidor, alat – alat musik yang dimainkan kebanyakan adalah alat musik tiup seperti, karinet, trombon, piston, seksofon. Secara lengkap instrumen musik yang digunakan dalam orkes tanjidor adalah klarinet, pistone, trombon, terompet, seksofon tenor, seksofone bass, drum, simbal, side drum. Biasanya pemain tanjidor terdiri dari 10 – 7 orang pemain musik dan 1 – 2 orang penyanyi. Musik yang muncul pada abad ke-18 ini, pada zaman dahulu sering dimainkan oleh para sekelompok petani yang menghabiskan waktunya setelah musim panen. Mereka biasanya menunjukan kebolehan mereka dengan cara mengamen dari rumah ke rumah, dari restoran ke restoran.
Pada zaman dahulu tanjidor juga sering ditampilkan dalam acara – acara besar, seperti acara Hari besar islam, parayaan cina yang sering disebut “Cap Go Meh”, atau bisa ditemukan juga pada hari sedekah bumi yang menjadi tradisi masyarakat petani Cirebon. Namun pada akhir – akhir ini musik tanjidor sudah jarang sekali ditampilkan, munkin hanya sesekali saja, biasanya untuk sekarang – sekarang ini tanjidor hanya ditampilkan pada waktu Penyambutan tamu agung, Perhelatan/pengarakan pengantin. Adapun lagu – lagu yang sering dimainkan dalam orkes tanjidor adalah Kramton dan Bananas (yang merupakan lagu Belanda), Cente Manis, Keramat Karam, Merpati Putih, Surilang. Adapun lagu yang terkenal adalah Warung Pojok.
19. Tifa Totobuang
Description: Tifo Totobuang 19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)
Tifa totobuang adalah musik asli yang sama sekali tidak dipengaruhi budaya luar. Musik ini merupakan musik khas warga yang tinggal di wilayah mayoritas Kristen. Dalam beberapa pertunjukan musik ini biasanya disandingkan dengan musik sawat, yang sebaliknya hanya dapat dimainkan oleh orang-orang yang tinggal di wilayah mayoritas Muslim.
Masing-masing alat musik dari Tifa totobuang memiliki fungsi yang berbeda-beda dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang khas. Namun musik ini didominasi oleh alat musik tifa. Terdiri dari tifa jekir, tifa dasar, tifa potong, tifa jekir potong dan tifa bas ditambah dengan gong berukuran besar dan totobuang, yang merupakan serangkaian gong-gong kecil yang ditaruh pada sebuah meja, dengan beberapa lubang sebagai penyanggahnya.
Sayangnya musik nan indah ini, sekarang sangat jarang kita nikmati. Bahkan dapat dikatakan langkah. Musik ini hanya dapat dipertunjukan pada event-event tertentu. Misalnya acara penyambutan tamu khusus, pertunjukan kesenian daerah Maluku diluar daerah atau di luar negeri serta pada acara-acara adat. Pemainnya pun umumnya merupakan pemain yang diajarkan secara turun-temurun oleh orang tua mereka.
Sekarang ini hanya beberapa buah sanggar tifa totobuang yang masih aktif. Masalah ini seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah, karena kalau tidak disikapi dengan baik, mungkin saja musik ini akan punah. Sepatutnya event-event yang menampilkan permainan musik tifa totobuang, entah itu eksebisi, festival atau konser semakin digalakan. Dengan begitu, musik ini memiliki nafas panjang, seiring perkembangan daerah ini kedepan.

20. ANGKLUNG
Description: Description: alat musik tradisional angklung alat musik daerah angklung mang udjo Alat Musik Tradisional Indonesia
Alat Musik Tradisional Angklung Jawa Barat
Angklung adalah alat musik yang secara tradisional berkembang di masyarakat Jawa Barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi.